JAKARTA--MICOM: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan angka kematian bayi dan balita di Tanah Air masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara tetangga, sementara itu target MDGs (millenium development goals) masih mungkin tercapai.
Maria Ulfah Anshor, anggota KPAI mengatakan hal ini disela seminar bertemakan Pembangunan Minus Kesejahteraan di Hotel Le Meridien Jakarta, Senin (31/1).
Menurutnya Indonesia sebagai bagian dari MDGs yang merupakan bagian dari kesepakatan dunia harus mengkaji ulang dan mendorong agar target kesejahteraan sosial tercapai.
"KPAI juga mencoba melakukan pengawasan kepada perlindungan anak yang terkait dengan pendidikan, gizi buruk, kesehatan, angka kematian ibu, juga HIV Aids yang cukup tinggi karena ada kenaikan sekitar 700 persen dan mereka sebagian anak-anak," ujarnya.
Ia juga melihat kejanggalan mengenai gizi buruk, namun bukan di daerah indonesia Timur, melaikan di daerah Banten dan Tangerang. "Angkanya ada di beberapa lokasi, bukan hanya di Indonesia bagian timur, dalam grafik saya kira kelihatan angkanya. Saya kira di Tangerang dan Banten yang cukup dengan ibu kota, tapi faktanya di sana juga mengalami gizi buruk di sana," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ada ketidaksesuaian antara data angka yang dikeluarkan BPS dan realitas dilapangan sangat tidak sesuai. "Soal angka kemiskinan sepertinya menurun. Tapi kalau saya lihat mengapa terjadi penurunan? Itu karena standarnya yang diturunkan," ujarnya
Mengenai optimisme dirinya dalam mencapai angka yang ditargetkan dalam MDGs Maria mengaku cukup optimis namun dengan beberapa ketentuan. "Untuk hal-hal tertentu saya kira optimis asalkan semua 'stakeholder' berkomitmen. Namun yang penting adalah jangan sampai ada kebocoran (parameter keberhasilan), kalau sampai bocor saya kira ada kemungkinan mengklaim keberhasilan," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar